Mengenal Anatomi Font

Rahmad Sutopo
24 Maret 2020

Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah mengenali atau memahami anatomi huruf. Gabungan
seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antar huruf yang
satu dengan yang lain.

Tinggi huruf
Setiap huruf memiliki ci ri tersendiri, namun secara garis besar anatomi huruf adalah sebagai berikut :

Bentuk Huruf
Setiap individu huruf, angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai character. Seluruh character
secara optis rata dengan baseline. Tinggi dari badan huruf kecil secara optis rata dengan x-height. Setiap
character apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat
di temukan beberapa garis akhi r sebagai penutup yang disebut terminal. Pada dasarnya setiap huruf terdiri
dari kombinasi berbagai guratan garis (strokes) yang terbagi menjadi dua, yaitu guratan garis dasar (basic
stroke) dan guratan garis sekunder (secondary stroke).

Apabila di tinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang mendominasi struktur huruf dalam alfabet dapatdibagi menjadi 4 kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok garis tegak datar : E, F, H, I, L
2. Kelompok garis tegak miring : A, K, M, N, V, Z, X, Y, W
3. Kelompok garis tegak lengkung : B, D, G, J, P, R, U
4. Kelompok garis lengkung : C, O, Q, S

Sedangkan, apabila di tinjau dari jenis huruf dan keunikan didalamnya, dapat dibedakan menjadi 5 (lima)
kelompok, yaitu :
1. Huruf tidak berkai t (Sans Serif )
* Tidak memiliki kai t (hook/terminal) hanya tangkai dan batang saja.
* Ujungnya berbentuk tajam atau tumpul.
* Sifatnya kurang formal dan sederhana.
* Sangat mudah dibaca.
* Contoh: Arial, avant grade, MS Sans Serif, dll.
2. Huruf berkai t (Serif )
* Memiliki terminal.
* Sifatnya formal, elegan, mewah, anggun.
* Kurang mudah dibaca.
* Contoh: Times New Roman, Garamond, MS Serif.
3. Huruf Tulis (Script)
* Setiap huruf terkai t seperti tulisan tangan atau tegak bersambung.
* Sifatnya anggun, eksklusif, romantis, tradisional.
* Sulit dibaca jika terlalu kecil dan banyak.
* Contoh: Shelley Alegro, Bradley Hand, Lucida Handwriting, dll.
4. Huruf Dekoratif
* Setiap hurufnya dibuat secara detail dan komplit.
* Sifatnya mewah, bebas, anggun, tradisional, istimewa.
* Sangat suli t dibaca, gunakan hanya sebagai alternative drop cap.
* Contoh: English, Augsburger Ini tial, dll.
5. Huruf Monospace
* Identik dengan serif atau sans serif tapi jarak antar huruf disamakan.
* Sifatnya formal, sderhana, futuristik, kaku.
* Mudah dibaca tapi kurang rapi.

back
About Topo.intype

I create to inspire and encourageother by drawing letters

2020. Topo.intype. All Rights Reserved